HOME artikel news


SEMENTARA KITA DISINI ASYIK CUMBUI MIMPI...SEDANGKAN PALESTINA DISANA MENGANGIS DISERANG ISRAEL...!

dukung kami untuk menjadi wakil pengajuan diterbitkannya album non komersil iwan fals, dengan memilih setuju berarti sobat telah menjadi pendukung, hasil akan kami kirimkan ke IFM (iwan fals manajemen)

Minggu, 01 Maret 2009

lirik lagu yang tak pernah di komersilkan

kabar buat teman-teman semua nih, khususnya buat anggota oi musti tau nih lirik-lirik bang iwan yang belum pernah di terbitkan, sebenarnya masih ada banyak yang belum kami ketahui tapi ini juga lumayan lah buat tambah-tambah ilmu oi, he..he..he...
sebelumnya saya haturkan banyak-banyak terima kasih buat bang syafiq bakhir karena materi ini saya ambil dari blognya (iwanfalsmania.blogspot.com) dan perlu kami utarakan pula bahwa keutuhan lirik ini 100% kami tidak merubah atupun menambah kata-katanya.
tak ada maksud lain, kami hanya ingin berbagi dengan saudara oi semua...
ok silahkan temen-temen semua selamat menikmati karyanya si abang kita semua......(silahkan klik disini untuk melihat)

nyanyian sopir - (iwan fals)

Suka duka manusia yang kerjanya sebagai sopir
Hari harinya dibelakang setir
Sopir pribadi, kantor atau angkutan umum
Minum bahan bakar, makannya onderdil

Mobil dicuci sambil nyanyi teganya nasib
Tunggu perintah orang yang punya hajat
Kalau nasib baik dapat Polisi yang baik
Kalau sedang sial ada saja yang nakal

Sopir-sopir nembak SIM antri di loket
Sopir-sopir paling jago menilai to**t
Sopir-sopir mati kutu dijalan yang macet
Sopir-sopir masuk tol dompetmu mejret

Hidup dijalan tergantung rem dan sempritan
Juga pom bensin, traffic light dan pedagang asongan
Sumpah serapah orang-orang yang nggak sabaran
Hiburan rutin bahan cerita pulang

Tanpa terasa rambut botak atau beruban
Waktu berjalan hidup tetap dijalan
Jalanan macet setel kaset-kaset yang meleyot
Jalanan lancar rejekinya meleyot

Sopir-sopir banyak yang punya ilmu pelet
Sopir-sopir mogok nyopir langsung di jepret
Sopir-sopir tahan banting tak tahan di gencet
Sopir-sopir rata rata bininye merentet

Sopir-sopir nembak SIM antri di loket
Sopir-sopir paling jago menilai copet
Sopir-sopir mati kutu dijalan yang macet
Sopir-sopir masuk tol dompetmu mejret

Sopir-sopir banyak yang punya ilmu pelet
Sopir-sopir mogok nyopir langsung di jepret
Sopir-sopir tahan banting tak tahan di gencet
Sopir-sopir rata rata bininye cerewet

terimakasih untuk Fendi


Belatung - (Iwan Fals)

Belatung-belatung cepat datang cepat pergi
Pikiranku mengembara lagi
Disamping kolam ikan
Diatas lantai beton
Saat hujan rintik-rintik
Tetanggaku menjemur pakaian

Seekor kadal buntung mati
Mayatnya hijau kehitam-hitaman
Seekor lalat hijau kepalanya merah
Menjilat-jilat bangkainya
Seekor lalat hitam bersayap coklat
Kadang ikut menjilat-jilat juga

Seekor belatung ditinggal pergi
Teman-temannya pergi
Bau busuk menganggu hidupku
Suaranya lalat hijau yang lain terus berbunyi

Sebentar hinggap dibangkai
Sebentar hinggap ditelingaku
Suasana sepi membantu
Bau bangkai terbawa angin
Matahari bersinar terang
Hujan rintik-rintik membasahi bebatuan

Aku mulai menjauh …

Makasih Fendi



Jambore Wisata - (Iwan Fals)

Kumpul kumpul disini nyanyikan lagu alam
Dipinggiran kali dekat muara samudera
Suara dari jalanan

Tak saling bicara itu biasa
Di jambore wisata seni budaya

Ada teater ada musik, seni rupa dan penyair
Jauh polusi banyak bercanda
Dipayungi semesta raya

Pikiran bagus, hati pun tulus
Tukar cerita, dimana saja
Impian nyata, nyatanya mimpi
Walaupun begitu, mari kumpul disini

Orang emosi sudah banyak
Ujung ujungnya perang lagi
Ada diantara orang banyak
Sumat sumut nyempal nyempil

Pemain dan penonton
Sama sama main, sama sama nonton
Semesta raya , Anak manusia
Diantara bahagia dan derita
Dilarang curiga

Makasih Fendi


penjara - (iwan fals)

Dunia diluar kotak luas sekali
Didalam ada dinding yang membatasi
Suka tak suka diluar luas sekali
Suka suka pergi kemana kita suka

Suka tak suka kotak adalah kotak
Ada dinding yang membatasi
Suka tak suka batas adalah batas
Jarak antara kau dan aku

Didepan atau dibelakang jeruji sama saja
Diatas atau dibawah tanah sama saja
Aku disana kamu disini apa bedanya
Penjara hanya nama

Diluar kotak luas sekali
Diluar luas sekali
Dunia dalam kotak luas sekali
Didalam luas sekali

Diluar ular melingkar – lingkar
Didalam kotak penuh tanya
Semua sama saja
Penjara pikir, penjara hati, penjara badan
Penjara hanya nama .. luas sekali .. luas sekali

Makasih Fendi



pukul dua malam - (iwan fals)

Pukul dua malam kehabisan rokok
Pergi kedapur minum segelas air
Perempuan besar tidur didepan TV
Perempuan kecil menginap di rumah paman

Lewat pintu depan membuka pintu gerbang
Sepuluh langkah gerimis datang
Kembali ke rumah mengambil payung
Warnanya merah dan kuning dengan merk Golden Truly Departemen Store

Jalanan sepi rumah-rumah sepi mobil-mobil sepi
Anjing herder tua mengigil kedinginan
Melihat curiga padaku namun tidak menggonggong
Hansip atau Satpam menyapa sambil main catur

Pukul dua malam kehabisan rokok
Separuh kakiku basah karena hujan
Tukang rokok kelas memakai nadas
Tidur diluar diselimuti karung beratap plastik
Istrinya begadang menunggui suaminya

Sepuluh ribuan keluar dari kantong
Sebungkus rokok buatan luar negeri ganti ke kantong
Aku pulang kembali menyapa yang ronda dan anjing herder tua
Pintu gerbang, dapur dan perempuan besar sudah masuk ke dalam kamar

Payung merah putih membuatku basah
Aku lempar begitu saja ketempat yang kering
Kupergi ke kamar mandi tuk bersihkan diri
Kuhisap sebatang rokok luar negeri yang baru ku beli

Makasih Fendi



Sepak Bola - (Iwan Fals)

Main bola adalah permainan tim
Bukan main sendiri atau asik sendiri
Memang dibutuhkan pemain yang cerdas
Cerdas membaca permainan kawan maupun lawan

Diluar keberuntungan dan kejutan
Kerja sama yang kompak menjadi mutlak
Nafsu mencetak gol biasanya merusak
Main saja yang wajar jangan lupa oper-operan

Soal postur bukan jaminan
Buktinya Maradona bintang lapangan
Keberanian bergerak gesit bertindak
Membuka peluang sabar menjaga lawan

Didalam sepak bola emosi pribadi harus ditekan
Taat pada pelatih tak terpengaruh penonton
Walaupun sakit harus patuh pada wasit
Wasit sakit sepak bola menjerit

Didalam pertandingan pemain yang menentukan
Setelah habis-habisan waktu latihan
Soal menang kalah memang menegangkan
Tapi ketenangan bermain jangan disepelekan

Depan, tengah, belakang dan penjaga gawang
Main tak beres dibangku cadangkan
(Main tak beres jadi cadangan)
Mandi keringat sabunnya uang
Kalau mampu mengalahkan lawan

Dari kaki ke kaki bola bergulir
Ditingkahi sempritan dan teriakan penonton
Papan sponsor dipinggir lapangan
Dimana tempat para wartawan parkir

Sepak bola olahraga dunia
Tempat belajar berjiwa besar
Nama bangsa jadi terbawa
Kalau juara dikompetisi akbar

Main bola adalah siasat
Boleh curang asal wasit tak lihat
Kalau kamu takut kualat
Main bola bukan olahraga yang tepat

Sama-sama menyerang sama-sama bertahan
Bola satu jadi rebutan
Pemain gila penonton gila
Gila bola dua kali empat lima

Kerja sama yang mutlak adalah mutlak
(Kerjasama adalah mutlak)
Jangan main kalau tidak punya otak
Emosi harus di tekan
Kalah menang pemain yang menentukan

Seorang wasit tak boleh curang
Mau curang jadi saja pemain
Jadi pelatih jangan pilih kasih
Apalagi penuh dengan perasaan pamrih
(Apalagi dengan penuh pamrih)

Sama-sama menyerang sama-sama bertahan
Bola satu jadi rebutan
(Bola satu dikejar-kejar)
Pemain gila penonton gila
(Gila bola merajalela)
(Pengamat gila, sponsor gila)
Gila bola dua kali empat lima

Terima kasih buat Ricky
Pada kalimat tercetak miring didalam tanda kurung ( ) adalah kalimat tambahan/pengganti pada versi terbaru. Update pada 040209 dari feri_ifm



Luka Iwan Fals - (1984)

Luka lama kambuh kembali
Semakin jelas semakin parah
Menjalar di setiap hari.

Janji janji hilangkah kini
Hanya usap hanya sentuh telinga
Lalu pergi

Bahkan malam yang biasa singgah
Enggan menyapa pada sang bulan
Mimpi mimpi tak cantik lagi
Sejengkal melangkah bertambah nyeri
Luka

Kau paksa kami untuk menahan luka ini
Sedangkan kau sendiri telah lupa
Akan gaduhnya jerit
Akan busuknya derita
Akan hitamnya tangis
Akan kentalnya nanah

Dikaki kami yang labil melangkah



15 Juta - ( Iwan Fals )


15 juta orang menganggur
Puluhan juta lagi terancam kelaparan
Hutang menumpuk belum bisa dibayar
Orang sudah memakan makanan binatang
Kelakuan orang sudah mirip binatang

Tak ada lagi jaminan keamanan
Copet berkeliaran di gedung pengadilan
Di jalan terjadi kekacauan
Di rumah-rumah orang ketakutan
Sikat lawan, sikat kawan urusan belakangan di belantar

Seniman, wartawan dan dermawan
Suka tak suka menjadi orang tahanan
Terpenjara oleh kenyataan....

Tak ada lagi jaminan keamanan
Copet berkeliaran di gedung pengadilan
Di jalanan terjadi kekacauan
Urusan belakang.....

makasih buat Ricky



Pemandangan - (iwan fals)

Melihat ke depan melihat ke belakang
Melihat ke kiri melihat ke kanan
Melihat ke atas melihat ke bawah
Kapan aku melihat diriku ?

Didepan harapan dibelakang masa lalu
Di kiri jurang di kanan pun jurang
Di atas langit di bawah tanah
Kapan aku melihat diriku ?

Pemandangan membuat aku cemburu
Pemandangan membuat aku terharu
Pemandangan membuat aku malu
Pemandangan membuat aku semakin tak tahu

Tak melihat aku buta
Tak melihat aku tak mau
Aku ingin melihat yang tak terlihat
Ach … Sok Tahu !!!


Serdadu dan kutil - (iwan fals)

Sibuk bikin kabinet
Rakyat lagi kegencet
Ekonomi kepepet
Terpaksa jadi jambret

Maklum susah, Bung !
Daripada ngelamun
Maklum pusing, Bung !
Sidang di dapur umum

Wakil rakyat bahenol
Perutnya ngejendol
Pintar-pintar bikin dogol
Lagi hobi ngebanyol

Si bos Marsinem
Ngentitnya pilih kasih
Ngerokok dulu ah
Baru ngebanyol lagi

Bikin feeling kabinet
Komisi jangan ngaret
Isinya kecil-kecil

Hampir sebesar kutil
Kutil, kutil, kutil
Hidup kutil !

makasih buat Ricky



Kata Kata - (Iwan Fals)

Kata-kata indah banyak bertebaran
Hampir setiap hari kita baca dalam koran
Hanya kata-kata bukan kenyataan
Tinggal kata kita memaki persetan !

Perlahan namun pasti tak peduli lagi
Menguak menghilang rasa hormat pada kata-kata
Apakah ini pertanda bencana ?
Kata indah berbisa berbusa-busa

Aku hanya diam tak bisa bicara
Aku hanya diam menyaksikan kejadian yang tak masuk di akal

Lalu mencoba berkaca
Pada kata kusandarkan kata-kata
Karena kita memang tak mungkin tak berkata-kata

makasih Fendi




Semut api dan cacing kecil - (iwan fals)

Diantara rerumputan dan bebatuan
Setelah pagi menjelang siang
Balada semut api dan cacing kecil
Berguling seperti seperti hati dan pikiranku
Saling menerkam saling berusaha untuk berarti

Semut api dan cacing kecil
Yang satu bergerombol yang satu sendiri
Semut api itu terus mengigiti cacing kecil menggelepar – gelepar
Pergulatan hidup di badan rumput dan batu

Kehidupan diatasnya berjalan biasa saja
Orang – orang terus bekerja aku merangkai lagu
Matahari membakar kulitku
Angin dingin membelai - belai
Semut api dan cacing kecil
Ada di hati dan pikiranku

Kursi panjang , teko dan gelas berisi teh pahit
Temani para buruh bekerja
Seekor kadal melintas
Sekejap berhenti melihat ke arahku

Apa yang ingin disampaikan
Apa yang ingin dikabarkan
Aku menunggu, aku menunggu bisu
Menunggui bisu .. bisu ..

makasih Fendi



Demokrasi Otoriter Iwan Fals - (1996)

Orang-orang kecil kok malah peduli
Merogoh kantong untuk harapan kosong
Otak demokrasi memberikan janji
Berdiri sedih berdarah perih

Orang-orang besar kok malah bertengkar
Melongok hati untuk bersembunyi
Otak otoriter sudah mulai teler
Jangan ragu-ragu walau kita malayu

Demokrasi otoriter
Mari sini jangan ngeper
Demokrasi dan militer
Lihatlah masih banyak yang keleler

Demokrasi otoriter
Mari sini jangan jiper
Demokrasi dan militer
Lihatlah masih banyak yang keteter

Orang-orang dogol kok masih bercokol
Ongkang-ongkang kaki di televisi
Otak foya-foya ngomong Pancasila
Melintas bebas sehabis melibas

Demokrasi Pancasila
Bebas tapi tidak bebas
Demokrasi dan tentara
Yang mendengar jadi ingin tertawa

Demokrasi Pancasila
Bukan milik kaum jelata
Demokrasi dan para badut
Yang mendengar jadi ingin KENTUT

makasih Fendi



Lagu Pegangan - (Iwan Fals)

Kita masih dilanda krisis
Bahkan lebih dari krisis
Krisis yang menjdai kritis
Kritis yang melahirkan orang bengis, oh....oh

Memang sulit dari situasi ini
Tapi bukan berarti tak ada jalan
Jalan keluar pasti ada
Itu sebabnya aku nyanyikan lagu ini, oh....oh... ach..ach

Dengarlah kawan kalau kau mau sampai tujuan
Potong saja tangan para koruptor
Hukum mati para pembunuh
Jangan beri hati para pemerkosa
Rajam saja di tengah kota
Politisi harus berani miskin
Yang kaya biarlah rakyat biasa
Agar kemakmuran menjadi nyata
Penguasa jangan jadi pengusaha

Pencuri, pemabuk dan pelacur itu warisan leluhur
Tak kan membuat bangsa jadi hancur
Kalau lagu ini jadi pegangan
Katakan sampai tujuan
Tak usah kau bimbang
Bernyanyi saja dengan lantang

Lagu ini lagu pegangan
Ciptaan bangsa yang sedang guncang
Hukum haruslah di tegakkan
Peduli setan atau jin yang mengahadang

makasih Ricky



Air dan Batu - (Iwan Fals)

Orang - orang mulai sadar diri
Terbangun dari tidur yang panjang
Hari terbuang tidak berarti
Hanya untuk membelai bayangannya sendiri

Orang - orang mulai sadar diri
Bergegas meninggalkan ranjang
Entah pergi kemana
Suaranya bergemuruh seperti longsor

Doa – doa berhamburan
Nyanyi – nyanyi berterbangan
Jati diri dicari – cari
Untuk ada dan termakna

Air dan batu tidak sama
Air dan batu bisa bersama
Air punya mata, batu punya kepalan
Semuanya menyebar sendirian

Orang – orang harus sadar diri
Kalau bukan sekarang kapan lagi

makasih Fendi




Cerita Lama Tiananmen - (Iwan Fals)

Keganasan kekuasaan tentara Cina
Telah menjadi sejarah yang tak mungkin terlupa
Mahasiswa dan rakyat damainya menghadang tank
Menjadi tumbal kesombongan
Para jenderal di panggung nada

Lidahnya api menyambar
Membakar yang punya hati
Rakyat sendiri dihancurkan
Demi gengsi ideologi
Pembantaian di Tiananmen adalah sebuah bukti
Dari sekian banyak kekerasan
Yang terjadi di muka bumi ini

Sampai kapan, sampai kapan ?
Moncong senjata mengancam dari segala arah
Gaung demokrasi tetap tabah bernyanyi

Suaranya getarkan hati nyanyian manusia
Yang dengar ikut bernyanyi
Walau diancam senjata

Makasih buat Ricky



Aku tak punya apa-apa - (iwan fals)

Setelah sekian lama menunggu
Akhirnya datang juga giliranku
Setelah semuanya habis terkuras
Setelah tak ada lagi harapan

Pada saat semangatku bergolak
Pada saat nafsuku mendidih
Aku jatuh impianku hancur berkeping – keping
Sampai aku tak berani lagi berharap

Aku jalani saja hidup ini tanpa suka tanpa duka
Dari waktu dari waktu aku tak mau tahu
Kini kau datang menggodaku untuk bercerita
Lalu kuceritakan saja semua yang kutahu

Aku tak punya apa – apa
Bukan aku mengeluh apalagi mengiba
Memang aku punya apa – apa
Kuceritakan itupun karena kau minta

Kadang aku merasa masihkah aku menjadi manusia
Kadang aku berpikir benarkah aku tersingkir
Sedangkan pintu – pintu sudah terbuka
Cerita pun belum berakhir

Aku tak ingin apa – apa
Bukan aku berontak apalagi menghina
Memang aku tak ingin apa – apa
Kuceritakan itu pun karena kau minta

Aku tak bisa apa – apa
Bukan aku merendah apalagi jumawa
Memang aku tak bisa apa – apa
Kuceritakan itu pun karena kau minta

makasih Fendi




Suara Dari Jalanan - (Iwan Fals 1996)

Jangan pernah kau berpikir yang bukan-bukan
Apalagi menuduhku sampah jalanan
Memang benar yang kupakai dekil dan kumal
Bukan berarti aku seorang kriminal

Oh malangnya kamu
Yang menilaiku seperti itu
Oh sok taunya kamu
Pergi saja sana ke ahli jiwa

Matamu sinis memandang sepatu bututku
Bibir mencibir nyindir sambil menghindar
Jangan kau sangka hatiku akan terluka
Hinaanmu membuatku semakin kasihan

Oh usilnya kamu
Yang memandangku seperti itu
Oh kemarilah kamu
Kan kukatakan aku cinta padamu

Duduk yang manis dengarkanlah laguku
Atau ikut menyanyi ikut menyanyi sambil menari
Daripada kau menangis karena frustasi
Lebih baik kau terima niat baikku

Oh suara jalanan meruntuhkan tembok feodal
Oh suara jalanan hanya mengabdi pada hati dan Tuhan

Desir angin dan deru ombak di lautan
Seperti itulah kakiku melangkah
Kisah nelayan dan batu batu karang
Sabar dan setianya jadi pedoman

Oh jangan kata hinaan
Siksa badan Insya Allah tahan
Oh suara dari jalanan
Suara murni untukmu kawan

makasih Fendi




Biarkan Indonesia Tanpa Koran - (Iwan Fals)

Penguasa sekarang mudah marah
Berkata selaksa manusia yang resah
Kedengar dari balik rumpun bambu
Sedikitpun mereka tak mau diganggu

Pada malam September delapan enam
Berita Radius Prawiro bikin geram
Empat puluh lima persen yang hilang
Rupiah yang kita cinta berjalan pincang

Oh .. oh..

Pernah kau berjanji bak seorang nabi
Bahwa devaluasi tak mungkin terjadi
Bersuara emas kau di mimbar akbar
Tapi ternyata kau seorang pembohong besar

Oh .. oh ..

Ya … Kalo gaji kita berjuta sebulan tak jadi soal
Apalagi yang milyar banyaknya, rupiah ditukar dollar
Ya iya … Kita kaum jelata, buruh tani, guru dan kuli
Padamu untuk yang kali ini, lukai nurani kami

Tinta merah bekas seorang menteri
Beri gelar penguasa sewenang – wenang
Aku baca dari sebuah koran sore
Yang kini sudah tak boleh lagi beredar

Oh .. oh ..

Duka cita untukmu sahabat
Dari kami disini
Yakinlah engkau tak sendiri
Masih ada kami yang bernyanyi
Sayangnya kami masih sekolah
Baru bisa gelisah
Tentu kalo sudah selesai
Pasti lebih lantang suara ini

44 SK akan dicabut
Hal itu akan kau beberkan kami setuju
Sebagai wartawan kau sudah benar
Sebagai penguasa mungkin juga benar

Tajam pena katanya bikin resah
Soal itu masyarakat biasa saja
Koran sore dihantam pemerintah
Justru itu hal yang membuat kami resah

Oh .. oh..

Senada rasa setia kawan dari teman seprofesi
Mari kita mogok menulis “BIARKAN INDONESIA TANPA KORAN”

makasih Fendi



Bunga kayu di beranda - (iwan fals)

Ada malam tak berbintang
Ada siang yang dingin
Kenapa kau mesti bimbang?
Karena soal kemarin

Bunga kayu di beranda
Warnanya merah dan putih
Kursi kosong yang menunggu
Siapa yang duduk disitu?

Malam yang tak berbintang pasti tak kekal
Siang hari yang dingin juga tak kekal
Kamu yang sedang bimbang duduklah disitu
Tinggalkan yang kemarin jangan disimpan

Bunga kayu di beranda
Warnanya mulai memudar
Hmmmm… mmmmm…

Malam yang tak berbintang pasti tak kekal
Siang hari yang dingin juga tak kekal
Kamu yang sedang bimbang duduklah disitu
Tinggalkan yang kemarin jangan disimpan (2x)

Ada malam tak berbintang
Ada siang yang dingin
Kenapa kau mesti bimbang?
Karena soal kemarin

terimakasih untuk Fendi
foto dari iwanfals.co.id
Read More ..

20 Nominator KaryaKita periode Februari - Puisi "Potret Cinta"

Dalam jangka waktu 8 hari (tanggal 14/02 hingga 28/02), telah terkumpul lebih dari 120 puisi baik di karyakita@hotmail.com atau di kantor Tiga Rambu, yang berasal dari berbagai kota di Indonesia.
Pada saat Konser "Potret Cinta" (28/02), telah dipamerkan 20 Puisi Terbaik KaryaKita di area pendopo kediaman Iwan Fals. Selain itu, puisi juara 1, 2, dan 3 pun dipamerkan di area Panggung Kita. Diantara 20 Nominator tersebut, telah diumumkan 10 Puisi Terbaik di tengah konser oleh Kresnowati (Ketua Oi pertama kali), dan puisi juara 1 dibacakan oleh Iwan Fals yang diiringi oleh musik latar belakang dari Band.

Berikut adalah 20 Nominator KaryaKita periode Februari -Puisi "Potret Cinta"-.


"Adik Kecil Perempuanku"
oleh Anggris Sri Wiratmo - Bekasi

"Agatha"
oleh Yuniar Rahman - Bogor

"Bingkai Cinta"
oleh Ahmad Syahrial - Medan

"Celoteh Anak SMA"
oleh Ilham Afriansyah - Bogor

"Garis Hidup"
oleh M. Fajrin Aulia - Tangerang

"Hanya Milikku, Bukan Milikmu"
oleh Assad Syaifullah H. - Bandar Lampung

"Sebelum Subuh"
oleh Ukon Ahmad Furkon - Bandung

"Sebuah Surat Untuk Bunda"
oleh Fristian Hadinata - Depok

"Valentine For Palestine"
oleh Adhitya Pratama - Serang

"Untukmu Sang Legenda Hidup"
oleh Dery Indrawan - Jakarta Utara

(Bagi 10 nama diatas, berhak mendapatkan Pin Nominator.)


"Cinta Sang Penggemar"
oleh Komang Krisna - Bali

"Dik"
oleh Widya Safitri - Depok

"Hujan"
oleh Rudy Tris Yulianto Prasetio - Tangerang

"Indonesiaku"
oleh Sonny Prihantono - Sidoarjo

"Jangan Katakan Cinta"
oleh Joni Rizal - Jambi

"Purnama"
oleh Wildan Hakim Mahardhika - Aceh

"Tembang Cinta"
oleh Triana Septiarini - Tangerang

(Bagi 7 nama diatas, berhak mendapatkan Pin Nominator dan tiket gratis Konser Bulanan -Maret.)


3 Terbaik

Juara 1
"Sempurna Dalam Tiada Sempurna"
oleh Teguh Triatmoko (Jakarta Barat)

Juara 2
"Belum Habis"
oleh Syafiq Baktir (Surabaya)

Juara 3
"Satu Hari (Untuk Nenek)"
oleh Ahmad Falahy Niza (Depok)

(Bagi 3 Terbaik, berhak mendapatkan Pin Nominator, tiket gratis Konser Bulanan -Maret, dan merchandise ekslusif Tiga Rambu yang ditandatangi oleh Iwan Fals.)

Untuk para nominator, hadiah dapat diambil di kantor Tiga Rambu (Leuwinanggung no. 19 Cimanggis-Depok). Silahkan menghubungi tim KaryaKita di karyakita@hotmail.com untuk pengambilan hadiah.

Read More ..

Rabu, 11 Februari 2009

wajah cerah Majalengka dari talaga hingga bandara

Oleh : Kh Maman Imanulhaq Faqieh

Bagai ssebuah pohon, Majalengka --sebuah Kabupaten kecil di bagian Timur Propinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan enam Kabupaten; Ciamis, Tasikmalaya, Sumedang, Indramayu, Cirebon dan Kuningan, tumbuh dengan akar sejarah yang panjang, berproses menjadi sebuah batang dengan cabang, ranting dan dedaunan yang rindang. Dalam konsep Al-Quran, sebuah kehidupan yang sesuai dengan fitrah Allah adalah kehidupan bagai kalimah thoyyibah; “ akarnya menghujam ke bumi, cabangnya (menjulang) ke langit ” (QS.14:24).

Perjalanan sejarah Majalengka, bermula di Talaga abad XIII Masehi, saat seorang Raja keturunan Ratu Galuh Ciamis, Batara Gunung Picung mendirikan sebuah Kerajaan Hindu, hingga pemerintahan Hj. Tutty Hayati Anwar, SH, M.Si, bupati saat ini. Dan akan terus menembus lorong masa depan dengan segala kemungkinan. Terlepas dari kotroversi yang melingkupinya, sejarah Majalengka sesungguhnya telah menunjukan pergumulan yang sangat menarik. Dimana manusia selalu melewati pergulatan hidup yang keras dan mengalami warna-warni kehidupan: suka-duka, pahit-manis, senang-sengsara dan seterusnya. Di daerah ini, di samping lahir banyak pejuang kemanusiaan yang terus melakukan perubahan serta mengkritisi segala bentuk prilaku yang tidak manusiawi dan tidak beradab yang mencederai martabat kemanusian, seperti tokoh Bagus Rangin dengan pasukan berkekuatan ± 10.000 orang dari Bantarjati yang bertempur melawan Belanda tahun 1805 di daerah Pangumbahan. Hadir juga sosok-sosok yang berlaku sewenang-wenang, tidak adil dan menindas. Kesemuanya, menjadi bahan renungan bagi masyarakat Majalengka yang sedang larut dalam gempita Hari Jadi Majalengka ke 515 sebagai upaya —meminjam istilah Goenawan Mohamad, “ mengukuhkan ikatan batin dengan kehidupan”.
Hal pertama, yang perlu menjadi ibrah (the lesson moral) bagi masyarakat Majalengka sekarang adalah kualitas spiritual para pemimpin yang pernah memerintah di daerah ini. Mengambil sebuah kesimpulan diskusi yang mengambil tema “ Does Spirituality Drive Succes, apakah spiritualitas bisa membuat sukses?”, di Harvard Bussines School, April 2002, bahwa: spiritualisme terbukti mampu membawa seseorang menjadi sukses dan memilki powerful leader. Integritas (kejujuran), Energi (semangat), Inspirasi (penuh ide), Bijaksana (Wisdom) dan Keberanian (Courageous) adalah karakter-karakter yang dimilki para tokoh yang pernah hadir dalam perjalanan sejarah derah yang mempunyai moto” Sindang kasih Sugih Mukti, Majalengka bagaja Raharja” ini. Ini menjadi modal untuk transformasi yang mereka lakukan. Ambil misal, masa pemerintahan Batara Gunung Picung, dibangun prasarana jalan sepanjang lebih 25 Km, tepatnya Talaga - Salawangi di daerah Cakrabuana dan perbaikan pengairan di Cigowong yang meliputi saluran-saluran pengairan semuanya di daerah Cikijing. Selanjutnya, Pandita Perabu Darma Suci, seorang yang sangat dikenal di Kerajaan Pajajaran, Jawa Tengah, Jayakarta sampai daerah Sumatera, memerintah di Talaga. Dalam seni pantun banyak diceritakan tentang kunjungan tamu-tamu tersebut dari kerajaan tetangga ke Talaga. Peninggalan yang masih ada dari kerajaan ini antara lain Benda Perunggu, Gong, Harnas atau Baju Besi. Ada pula, Sunan Talaga Manggung, di masa Pemerintahannya kehidupan beragama (Hindu), pertanian, pengairan, kerajinan serta kesenian rakyat. Hubungan baik terjalin dengan kerajaan-kerajaan tetangga maupun kerajaan yang jauh, seperti misalnya dengan Kerajaan Majapahit, Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Cirebon maupun Kerajaan Sriwijaya. Pada masa pemerintahan Prabu Pucuk Umum Agama Islam sudah berkembang dengan pesat yang berpengaruh besar ke daerah-daerah kekuasaannya antara lain Maja, Rajagaluh dan Majalengka. Prabu Pucuk Umum adalah Raja Talaga ke-2 yang memeluk Agama Islam Hubungan pemerintahan Talaga dengan Cirebon maupun Kerajaan Pajajaran baik sekali. Hal terpenting pada masa pemerintahan Ratu Sunyalarang adalah Talaga menjadi pusat perdagangan di sebelah Selatan. Pangeran Arya Secanata yang memerintah di saat pengaruh V.O.C. sangat terasa, hingga pada tahun-tahun tersebut pemerintahan di Talaga diharuskan pindah oleh V.O.C. ke Majalengka. Karena hal ini, terjadilah penolakan sehingga terjadi perlawanan dari rakyat Talaga. Peninggalan masa tersebut masih terdapat di museum Talaga berupa pistol dan meriam. Sekitar tahun 1480 (pertengahan abad XV) Mesehi, di Desa Sindangkasih 3 Km dari Kota Majalengka ke Selatan, bersemayam Ratu bernama Nyi Rambut Kasih keturunan Prabu Sliliwangi yang masih teguh memeluk Agama Hindu. Ratu masih bersaudara dengan Rarasantang, Kiansantang dan Walangsungsang, kesemuanya telah masuk Agama Islam. daerahnya meliputi Sindangkasih, Kulur, Kawunghilir, Cieurih, Cicenang, Cigasong, Babakanjawa, Munjul dan Cijati. Pemerintahannya sangat baik terutama masalah pertanian yang beliau perhatikan dan juga pengairan dari Beledug-Cicurug-Munjul dibuatnya secara teratur.
Para tokoh tersebut, memperlihatkan Keseriusan, kejujuran keberanian dan keikhlasan dalam melakukan transformasi di segala bidang kehidupan. Yang hal itu sudah merupakan sesuatu yang sangat sulit dipraktikan para pemimpin sekarang. Kondisi ketidak menentuan moral (indeterminancy moral) yang terjadi di banyak tempat di negri ini, sesungguhnya, diakibatkan lunturnya nilai-nilai diatas. Kebijakan public yang lahir dari para pemimpin yang memiliki spiritulisme, seperti para tokoh tersebut, akan melahirkan kebijakan public (public policy) bermuatan spirit moralitas yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat.
>Hal Kedua, sesuai dengan Visi Majalengka yang menekankan”….. berbasis Masyarakat Agamis dan Partisipatif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat…..” , sejarah menunjukkan, Islam masuk ke daerah ini penuh dengan kedamaian dan membawa semangat persaudaraan dan perubahan. Hal ini sesuai dengan tujuan syariah Islam (maqosid syariah) yang dibawa Nabi Muhammad SAW yakni, menegakkan nilai dan prinsip keadilan sosial, kemaslahatan umat manusia, kerahmatan semesta, dan kearifan lokal. Kira-kira tahun 1485 putera Raden Rangga Mantri yang bernama Dalem Panungtung diperintahkan menjadi Dalem di Majalengka, yang mana membawa akibat pemerintahan Nyi Rambut Kasih terjepit oleh pengaruh Agama Islam. Kemudian lagi pada tahun 1489 utusan Cirebon, Pangeran Muhammad dan istrinya Siti Armilah atau Gedeng Badori diperintahkan untuk mendatangi Nyi Rambut Kasih dengan maksud agar Ratu maupun Kerajaan Sindangkasih masuk Islam dan Kerajaan Sindangkasih masuk kawasan ke Kesultanan Cirebon. Kerajaan Sindangkasih taslim (menyerah) dan masuk Islam, sedangkan Nyi Rambut Kasih tetap memeluk agama Hindu. Penyebaran Agama Islam di daerah Majalengka terutama didahului dengan masuknya para Bupati kepada agama itu. Kemudian dibantu oleh penyebar-penyebar lain antaranya : Dalem Sukahurang atau Syech Abdul Jalil dan Dalem Panuntun, semua di Maja; Pangeran Suwarga di Talaga dan yang lainnya Pangeran Muhammad, Siti Armilah, Nyai Mas Lintangsari, Wiranggalaksana, Salamuddin, Puteran Eyang Tirta, Nursalim, RH Brawinata, Ibrahim, Pangeran Karawelang, Pangeran Jakarta, Sunan Rachmat di Bantarujeg dan masih banyak lagi. Ruh perjuangan para dai itu sangat terasa mewarnai sendi kehidupan masyarakat Majalengka, seperti yang terlihat dari realitas kehidupan dan tercantum dalam Visi Majalengka tersebut. Warisan ini yang harus tertanam dalam jiwa masyarakat Majalengka, sehingga agama betul-betul menjadi jiwa, bukan hanya nama. Karena umat beragama saat ini, menghadapi “tantangan” yang terkadang membuat kekikukan dan kesulitan sekaligus keterjebakan akan romantisme kemapanan, klaim kebenaran, ketertutupan (eksklusif) diri dari kritik atas pribadi dan tradisinya sendiri. Terlebih, adanya sebagian besar umat islam, sebagai mayoritas di Majalengka, yang mengalami kegugupan mental dan intelektual menghadapi kemajuan trasformasi budaya. Semua itu yang mengakibatkan kaum Muslimin kehilangan vitalitas, daya hidup dan daya saing di tengah kehidupan yang semakin kritis, maju dan penuh tantangan. Ini terlihat dari terabaikanya problem-problem kemanusiaan serta tercerabutnya nilai spiritualitas dan nalar pembaruan dalam perubahan yang sangat cepat. Begitu pula, berhentinya ikhtiar untuk mempertemukan gagasan dan ide yang mempertemukan pemikiran yang emansipatif dan eksploratif, baik bernuansa keagamaan yang maupun kebudayaan, untuk melakukan perubahan. Atau dalam bahasa Al-Quran, “ wa yadho’u anhum ishrarahum wa al-aghlala allatiy kanat ‘alaihim, menghilangkan beban penderitaan dan belenggu kesengsaraan yang ada pada umat. ( surat Al-‘Araf ayat 157).
Dua hal diatas, kualitas kepemimpinan berbasis spiritual dan sikap keberagaman yang rahmah lil’alamin, meniscayakan masyarakat Majalengka agar segera meningkatkan kualitas kehidupan. Apalagi, seperti yang ditegaskan Bupati Majalengka Hj. Tutty Hayati Anwar, SH., M.Si. bahwa perencanaan pembangunan Tahun 2005 akan diwarnai oleh 3 (tiga) agenda strategi pembangunan Jawa Barat yaitu, pembangunan Bandara Udara Internasional yang berlokasi di Kecamatan Kertajati, pembangunan jalan tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) dan Cikampek - Cirebon (Cikacir) serta pembangunan waduk Jati Gede. Pembangunan bandara, yang rencananya, lebih megah daripada Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng berlokasi di Kecamatan Kertajati, Majalengka, dengan perancangan oleh konsultan dari PT Infindo Jakarta. akan memakan biaya triliunan rupiah, seharusnya mampu memicu semua pihak untuk mempersiapkan pembangunan SDM yang mampu memenuhi tantangan pasar global tanpa harus meninggalkan tataran budaya lokal yang tumbuh di daerah. Masyarakat Majalengka harus memiliki peran dalam pembangunan bandara itu. Menyangkut penyiapan sumberdaya tersebut, pemerintah daerah harus menyiapkan tataran lokal terutama dalam peran sosial maupun budaya yang dimiliki masyarakat setempat. Karenanya, karakteristik yang dimiliki masyarakat Majalengka—yang diwariskan para sesepuh terdahulu, harus dikembangkan sehingga membentuk budaya baru yang kreatif, mandiri, dan kompetitif menyambut perkembangan pasar global. Masyarakat Majalengka harus berperan sepenuhnya dalam berbagai lapangan usaha maupun pekerjaan. Antar stakeholder baik dari Majalengka maupun luar Majalengka harus terjadi shareholders yang bermitra secara aktif dan saling menguntungkan. Sehingga, warga Majalengka tidak hanya menahan air liur melihat pembangunan yang mungkin tumbuh pascapembangunan bandara. Apalagi, jangan sampai terjadi semangat holobis kuntul baris (baca: kebersamaan) masyarakat Majalengka, berubah menjadi budaya ketek sranggon (pinjam istilah Pangeran Sambernyawa), sebuah budaya main hantam dengan siapa saja, saling memfitnah dan tidak segan membunuh, meskipun satu daerah, Majalengka tercinta, na’udzubillahi min dzalik. Menurut Gubernur Jabar, Danny Setiawan, “ Pemilihan Majalengka sendiri , karena merupakan titik yang bisa dituju oleh warga Jabar dengan cepat. Apalagi menurut rencana, segera dibuat jalan tol guna mempercepat akses ke Bandara, Lazimnya sekarang ini di negara mana pun, pembangunan bandara dilakukan di daerah periferal (tepi). Untuk itu, akan dibangun jalan tol. Nantinya, dari Bandung akan bisa ditempuh dengan 30 menit. Hingga diharapkan akan bisa memacu pertumbuhan di Cirebon, Indramayu, dan Kuningan karena akan bisa mengangkut kargo udara berupa berbagai produk ekspor dari Jabar dan menopang impor “. Majalengka, merupakan daerah yang cukup adem ayem. Walau terkadang ada letupan kecil, tetapi suasana relatif kondusif. Itu menjadi modal bagi investor yang akan menggarap kekayaan Majalengka. Apalagi beberapa potensi daerah sangat menjanjikan. Di antaranya adalah industri ulat sutera yang belum tergarap dengan baik, sementara Majalengka punya lahan luas untuk pengembangbiakan ulat sutera.. Majalengkapin memiliki lahan pertanian yang cukup luas untuk mengundang investor menggarap agrowisata maupun agrobisnis di Kecamatan Sayudan, Argapura, dan Lemah Sugih, layak untuk pengembangan cabai, bawang merah, dan lainnya. Industri rotan, yang dikombinasi dengan enceng gondok dan pelepah pisang. Seni kerajinan kawat besi yang memproduksi sangkar jangkrik, lampu-lampu hias, juga telah menebar ke berbagai negara di dunia. Dan masih banyak lain.
Wa ba’du, Karenanya harus terus dijalin silaturahmi yang akan mampu mensinergikan perencanaan pembangunan, dan mewujudkan kesepakatan serta komitmen antara para pelaku pembangunan mulai Bupati dan Unsur Muspida, DPRD, unsur Perguruan Tinggi, Ormas, LSM, Organisasi Profesi, Tokoh Masyarakat dan Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Wanita dan Insan Pers, guna terselenggaranya pembangunan yang terpadu dan terarah dengan mengacu kepada dokumen Perencanaan Kabupaten Majalengka. Seluruh unsur masyarakat diatas, harus memaknai Hari Jadi Majalengka ke 515 yang mengambil tema “ Memantapkan Upaya Akselerasi Implementasi Visi Majalengka”, dengan terus berupaya memperlihatkan “keseriusan” untuk mendinamisir masyarakat, memberikan pendidikan politik tentang hak dan kewajiban warga negara serta memberdayakan seluruh potensi masyarakat demi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Seluruh kebijakan harus beroreintasi pada kemaslahatan ummat “ Tasharruf al-imam manutun bi al-maslakhah” dan mengusahakan penguatan civil society , dimana kehidupan social akan terorganisir dengan dinamis dengan partisipasi public yang didasarkan pada kerelaan, keswasembadaan, ketaatan pada hukum, keswadayaan dan kemandirian. Termasuk didalamnya, kembali memaknai kehidupan beragama yang menjustifikasi adanya kewajiban dakwah , yakni bersama memperjuangkan kebenaran, melawan kebatilan dan membangun komunitas ummat atas dasar persaudaraan (al-ukhwah), kesetaraan social (al-musawah), kebaikan, keadilan (al-adalah)dan kasih sayang. Kesemuanya demi tercapainya tujuan pen-syari’atan Islam, yakni ; menjaga agama (hifdz ad-din), memelihara kehormatan atau martabat (hifdz al-ardh), melindungi harta kekayaan (hifdz al-mal), menghormati hak asasi (hifdz an-nafs) dan memberi ruang kebebasan berekspresi (hifdz al-aql).
Barakallah li Majalengka tercinta !!
(penulis adalah Pembina Bpk Oi Majalengka)

Read More ..

selamatkan Kualitas music indonesia


oleh : ibnu saefullah
Kuatnya desakan untuk menebar ratapan cinta, bahkan menjebak Ahmad Dhani yang konon punya misi mencerdaskan selera musik Indonesia, untuk ikut melahirkan karya yang mulai terlihat picisan seperti yang terlihat pada projek Munajat Cinta bersama The Rock. Kencangnya tuntutan produser telah pula memaksa musisi sekaliber Iwan Fals untuk merelakan setengah sisi dari album "50:50" diisi oleh lagu-lagu jualan.


SEANDAINYA saat ini Harmoko masih menjadi Menteri Penerangan, boleh jadi dia tengah berpikir untuk kembali mengeluarkan peraturan sebagaimana pernah ia terbitkan pada dekade 1980-an, melarang peredaran lagu pop cengeng. Melalui tulisan ini kita tentu tidak sedang mempertimbangkan opsi larang-melarang yang tak punya tempat dalam peradaban budaya maju. Akan tetapi, bahwa lagu-lagu cengeng kembali meruyak dan semakin menguat dalam satu tahun terakhir, itu adalah fakta yang tak terbantahkan.

Homogenitas pilihan tema serta penggunaan kata dan kalimat yang miskin dan serampangan, begitu mudah kita temukan. Di banyak lagu, terhidang kata-kata tipikal seperti "maaf", "bintang", dll. Demikian pula dengan tema yang melulu cinta, terutama yang berkisah soal pupusnya harapan cinta, patah hati, cinta bertepuk sebelah tangan, ratapan akan datangnya seorang kekasih, atau malah lebih "menye-menye" lagi.

Rasa prihatin layak pula disematkan pada sisi musikalitas. Untuk mencoba eksis, sepertinya ada formula instan, yakni racikan musik melankolis dan mendayu-dayu. Kita tak habis pikir ketika suatu grup band yang telah membawa musik cengeng pada kadar yang semakin parah, dengan kualitas musikal dan vokal yang sangat pas-pasan, justru laku di pasaran.

Kita juga heran mengapa musisi sekaliber Melly Goeslaw dan Anto Hoed yang dulu sempat melahirkan karya-karya provokatif dan cerdas lewat grup Potret, kini terlihat begitu "ngejar setoran" lewat projek "jual tampang" bernama "Bukan Bintang Biasa" (BBB).

Apa yang tengah terjadi pada musik Indonesia? Apakah selera penikmat musik sedang terjerembab pada titik terendah, idealisme para musisi telah semakin terdegradasi, ataukah kuasa para pemilik modal tambah dominan dan semakin berorientasi uang?
Perangkap Siklus

Menyibak kembali lembaran sejarah, sepertinya perjalanan musik Indonesia terperangkap dalam suatu siklus. Di tahun 1970-an, musik kita sempat mencatatkan tinta emas dengan lahirnya karya-karya bermutu seperti "Badai Pasti Berlalu" garapan Eros Djarot dkk, projek Guruh Gipsy, "Ken Arok"-nya Harry Roesli, repertoar Yockie Soeryoparyogo bertitel "Musik Saya adalah Saya", hingga ajang Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) yang melahirkan musisi-musisi andal.

Namun, di era 1980-an musik kita tak kuasa membendung serbuan lagu mendayu-dayu. Dengan bantuan acara-acara musik di TVRI seperti Aneka Ria Safari, Selekta Pop, dan Kamera Ria, lagu-lagu seperti "Hati yang Luka" (Betharia Sonata), "Gelas-gelas Kaca" (Nia Daniaty), "Jangan Sakiti Hatinya" (Iis Sugianto), atau "Antara Benci dan Rindu" (Ratih Purwasih) mampu membius pasar musik. Pencipta lagu seperti Obbie Messakh, Deddy Dores, Rinto Harahap, dan Pance Pondaag pun mengecap popularitasnya.

Sampai akhirnya Harmoko yang menjabat Menteri Penerangan saat itu mengeluarkan kebijakan untuk membredel lagu-lagu cengeng seperti itu. Memasuki era 1990-an musik Indonesia mendapatkan angin segar. Saat itu bermunculan musisi-musisi berpendirian. Ketika ruang berkesenian masih dihantui represi, musisi saat itu justru mampu menempatkan album sebagai sarana berekspresi, berpendapat, dan punya posisi penting dalam kehidupan secara keseluruhan. Totalitas mereka berikan untuk melahirkan karya-karya yang bermutu, dari mulai konsep musik, lirik, artwork sampul album, hingga video klip. Begitu banyak eksplorasi hingga terlahir karya-karya yang bergizi.

Lantas, kita memiliki KLA Project dengan lagu-lagu cinta universalnya yang dalam dan menyentuh. Ebiet G. Ade, Iwan Fals, Swami, Slank, hingga Kantata Takwa dengan kontemplasi dan protes-protes sosialnya, juga sederet nama lain yang layak dibanggakan seperti Dewa 19, Gigi, hingga Padi.

Di Bandung, Pas Band menjadi inspirator lahirnya gerakan bermusik independen di tanah air lewat mini album legendaris bertitel "4 Through The Sap".

Menginjak awal milenium baru, sepertinya serbuan pop cengeng mendayu-dayu kembali mengencang. Begitu banyak pendatang baru yang hadir dengan pola seperti itu sampai akhirnya disempurnakan oleh kehadiran Kangen Band.

Kuatnya desakan untuk menebar ratapan cinta, bahkan menjebak Ahmad Dhani yang konon punya misi mencerdaskan selera musik Indonesia, untuk ikut melahirkan karya yang mulai terlihat picisan seperti yang terlihat pada projek "Munajat Cinta" bersama The Rock. Kencangnya tuntutan produser telah pula memaksa musisi sekaliber Iwan Fals untuk merelakan setengah sisi dari album "50:50" diisi oleh lagu-lagu jualan. Barangkali ini merupakan trik Iwan untuk sedikit berkompromi mengingat iklim musik yang tidak bersahabat. Namun, akan jauh lebih membanggakan jika Iwan mampu "istiqomah" dan kembali ke "khittah"-nya.

Beruntung, sepanjang tahun 2007 masih ada beberapa nama yang menawarkan titik cerah di tengah kesumpekan. Para musisi yang lebih senior boleh tertunduk malu karena titik cerah itu justru dihadirkan oleh penyanyi belia bernama Sherina lewat album "dewasa" pertamanya, "Primadona".

Berbeda dengan sebagian besar penyanyi, Sherina mencipta sendiri sebagian besar musik, lirik, dan aransemennya. Hasilnya, suatu karya out of the box, dengan sajian musik yang elegan dan lirik-lirik yang tidak pasaran.

Selanjutnya ada Padi yang kembali memberi pelajaran bagaimana cara bermain musik yang baik dan benar. Lewat album baru mereka, "Tak Hanya Diam", Padi mengusung sajian musik gemilang dengan lirik-lirik yang semakin menunjukkan kepedulian pada masalah-masalah sosial.

Beberapa album lain yang masih membangkitkan kebanggaan pada musik pop tanah air antara lain album "Hari yang Cerah" (Peterpan), "Peace, Love `n Respect" (Gigi), "Televisi" (Naif), "Free Your Mind" (Maliq & D`essentials), dan "Slow but True" (Slank).

Di jalur indie, dua jempol layak diberikan kepada band bernama Efek Rumah Kaca yang menelurkan album dengan titel yang sama. Lewat album tersebut, Efek Rumah Kaca menawarkan pilihan lirik dan nada yang atmosferik dan dalam. Ada lagu "Cinta Melulu" yang dengan jitu mengkritik kondisi musik Indonesia saat ini. "Di Udara" yang memberikan apresiasi pada perjuangan almarhum Munir, serta sederet lagu-lagu berkelas lainnya.

Peran Media

Terperosoknya kualitas musik Indonesia yang semakin kentara dalam satu tahun terakhir, bukan semata tanggung jawab musisi, penikmat, dan produser musik. Gugatan layak pula dialamatkan kepada media, baik cetak maupun elektronik. Mencerdaskan pasar musik, justru semakin rajin melakukan aksi pembodohan melalui acara-acara hiburan yang melulu mengobral gosip dan kehidupan pribadi artis.

Jika kita amati, dari puluhan acara infotainment yang saat ini eksis di televisi, tercatat hanya acara "Show Biz News" (Metro TV) yang mampu menjalankan perannya dengan baik. Oleh karena itu, untuk menyelamatkan (kualitas) musik Indonesia, media punya andil besar.

Di tahun 2008, sinergi seperti itu semoga mulai menemukan bentuknya, terlebih infrastruktur musik semakin mendukung. Jaringan internet dan perkembangan teknologi digital menjadi modal penting bagi musisi untuk keluar dari tekanan para pemodal besar. Sementara itu, barcode PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi & Pencipta Lagu Republik Indonesia) yang mulai diberlakukan pada album musik yang mampu mengawasi hasil penjualan secara lebih presisi dan transparan, menempatkan musisi pada posisi yang semakin berdaya dalam tata niaga musik di tanah air.


Read More ..
Oleh : Ibnu Saefullah
untuk sebagian anggota mungkin sudah tau dan bahkan sudah sangat paham betul dengan asas hukum oi, namun disamping itu masih banyak pula anggota oi yang belum begitu mengetahuinya, mengingat pentingnya Asas Hukum Oi ini, maka saya mempostingnya guna menyosialisasikan asas hukum oi sehingga bagi para anggota oi khususnya yang masih baru, saya rasa sahabat semua perlu untuk membacanya...



BAB I
NAMA,WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1
1. Organisasi ini bernama Oi .

2. Oi didirikan Oleh Iwan fals dan penggemar Iwan Fals dalam Silaturahmi Nasional di Desa leuwinanggung kecamatan Cimanggis, kota Depok pada tanggal 16 agustus 1999 untuk waktu yang tidak terbatas dan untuk selanjutnya tanggal tersebut dijadikan sebagai hari jadi Oi.

3. Sekretariat Badan Pengurus Pusat Oi berkedudukan diwilayah Ibukota Negara Republik Indonesia.

BAB II
KEDAULATAN

Pasal 2
Kedaulatan berada ditangan anggota Oi yang tercermin sepenuhnya dalam musyawarah anggota Oi.
BAB III
ASAS,SIFAT DAN FUNGSI

Pasal 3
Organisasi Oi Berazaskan Pancasila

Pasal 4
1. Oi adalah Organisasi Masyarakat bersifat sosial dan mandiri (independen) bu- kan partai politik dan bukan bagian dari dan tidak berafilisiasi dengan organi sasi pemerintah, organisasi politik maupun organisasi sosial kemasyarakatan lainnya dan tidak mempunyai tujuan atau memperjuangkan faham aliran politik tertentu.

2. Oi adalah wadah pembinaan dan pemberdayaan masyarakat khususnya peng emar Iwan Fals yang bersifat universal dan multidimensional mencakup sem- ua aspek kehidupan moral, spiritual, sosial, politik ekonomi budaya maupun hukum.

3. Oi bersifat demokratis dan terbuka bagi semua lapisan dan golongan masyar- akat, tanpa membedakan asal usul, ras/etnis, suku agama status sosial maup- un faham /aliran politik yang dianut.

Pasal 5
1. Oi berfungsi sebagai wadah interaksi dan komunikasi. Sesama anggota Oi khususnya dan antar anggota Oi dengan anggota masyarakat pada umum nya.

2. Oi berfungsi sebagai wadah pembinaan dan pengembangan bakat dan kreatif anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya terutama pada bidang seni, Pendidikan, Olahraga, Niaga,Kerohanian dan Sosial.

BAB IV
MAKSUD DAN TUJUAN
Pasal 6
Maksud didirikan Oi adalah mendorong menumbuhkan dan mengembangkan minat, bakat, serta potensi anggota-anggota Oi pada khususnya dan kreatifitas masyarakat pada umumnya.

Pasal 7
Tujuan didirikan Oi adalah dalam rangka ikut memberdayakan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Indonesia.

BAB V
USAHA-USAHA
Pasal 8
Dalam mewujudkan maksud dan tujuannya, Oi melakukan usaha-usaha :

Menyelenggarakan kegiatan–kegiatan sesuai yang tercantum dalam Anggaran Dasar / BAB III Pasal 5 ayat 2.

Menyelenggarakan bimbingan,pembinaan pengembangan potensi generasi

muda khusus yang memiliki minat, bakat, dan prestasi dalam bidang-bidang tertentu.

Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan bagi generasi muda pada umumnya

Yang bersifat kreatif, rekreatif dan edukatif dalam rangka penumbuhan idealisme, patriotisme, peningkatan budaya baca dan budaya belajar daya cipta, daya nalar, daya analisis, prakarsa dan daya kreasi.

Menyelengarakan kegiatan-kegiatan penelitian dan pengkajian.

Mendorong dan menumbuhkan kecintaan dan penghargaan terhadap karya cipta intelektual bangsa indonesia.

Usaha–usaha lain yang tidak bertentangan dengan AD/ART dan perundang-undangan negara serta peraturan pemerintah yang berlaku.

BAB VI
ATRIBUT

Pasal 9
Oi Mempunyai atribut yang terdiri dari panji-panji, lambang dan Mars Oi.

BAB VII
KODE ETIK DAN KEANGGOTAAN

Pasal 10
Oi mempunyai kode etik sebagai pedoman dan landasan moral bagi setiap anggota.

Pasal 11
1. Setiap orang, baik warga negara Indonesia atau warga negara asing dapat menjadi anggota Oi yang dengan sukarela mengajukan permohonan menjadi anggota Oi.

2. Anggota –anggota Oi di himpun dalam Oi kelompok.


BAB VIII
KEWAJIBAN DAN HAK ANGGOTA
Pasal 12

Setiap anggota berkewajiban untuk :

a. Menjunjung tinggi nama baik martabat dan kehormatan organisasi.

b. Memegang teguh AD/ART peraturan organisasi dan disiplin Organisasi.

c. Aktif mengikuti program-program.

Pasal 13

Setiap Anggota Oi mempunyai hak bicara dan Hak suara.



BAB IX
ORGANISASI

Pasal 14
1. Organisasi Oi terdiri dari :

a. Tingkat Nasional selanjutnya disebut BPP/ Badan Pengurus Pusat Oi .

b. Tingkat Propinsi Selanjutnya disebut BPW/ Badan Pengurus Wilayah Oi.

c. Tingkat Kota/Kabupatenupaten selanjutnya disebut BPK/ Badan Pengurus Kota Oi.

d. Tingkat Kelompok selanjutnya disebut BPKel/ Badan Pengurus OiKelompok

e. Di setiap perwakilan Republik Indonesia diluar negeri dapat dibentuk Oi kel- ompok di bawah binaan Badan Pengurus Pusat Oi.

2. Masa Kepengurusan

a. Pada tingkatan BPP Oi adalah 3 Tahun.

b. Pada tingkatan BPW Oi adalah 2 tahun.

c. Pada tingkatan BPK Oi adalah 2 Tahun.

d. Pada tingkatan BPKel Oi adalah 1 tahun.

e. Pada kelompok Binaan BPP Oi adalah 3 Tahun.



Pasal 15
1. BPP Oi Adalah Badan pelaksana tertinggi Organisasi yang dipimpin oleh seorang Ketua Umum.
2. BPP Oi Berwenang :
a. Menentukan kebijakan Organisasi Oi tingkat Nasional.
b. Mengesahkan komposisi dan personalia Badan Pengurus Wilayah Oi .
c. Membuat format Kartu Tanda anggota Oi

3. BPP Oi berkewajiban :
a. Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan sesuai dengan AD/ART dan putusan Munas serta peraturan Organisasi lainnya.
b. Memberi pertanggung jawaban pada Munas Oi .

Pasal 16
1. Badan Pengurus Wilayah adalah Badan Pelaksana Organisasi di tingkat Propinsi.
2. BPW Oi berwenang :

a. Menentukan kebijakan organisasi tingkat propinsi sesuai AD /ART Putusan munas, Muswil, serta peraturan organisasi lainnya.
b. Mengesahkan komposisi dan personalia Badan Pengurus Kota Oi

3. Badan Pengurus Wilayah berkewajiban :

a. Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan sesuai dengan AD/ART, Putusan Munas, Muswil, serta peraturan organisasi lainnya.
b. Memberikan pertanggung jawaban pada Muswil Oi
c. Menyerahkan hasil Muswil kepada BPP Oi .

Pasal 17
1. Badan Pengurus Kota/Kabupaten adalah Badan Pelaksana organisasi ditingkat kota /Kabupaten yang dipimpin oleh seorang ketua.
2. BPK Oi Berwenang :
a. Menentukan kebijaksanaan organisasi tingkat kota sesuai dengan AD/ART, putusan Munas, Muswil, putusan Muskot, serta peraturan organisasi lainnya.

b. Menerima dan mengurus administrasi anggota Oi kelompok.

c. Menerbitkan Kartu Tanda Anggota Oi berdasarkan format dari BPP Oi .

3. BPK berkewajiban :
a. Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan sesuai AD/ART putusan Munas, Muswil, Muskot.

b. Memberi pertanggung jawaban pada Muskot.

c. Menyerahkan hasil Muskot ke BPW Oi

4. Badan Pengurus Oi Kelompok :

a. Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan sesuai AD/ART, putusan Munas, Muswil, Muskot dan Muskel.

b. Memberi pertanggung jawaban pada Muskel.

c. Menyerahkan hasil Muskel Ke BPK Oi .

d. Berwenang mendistribusikan Kartu Tanda Anggota Oi kepada anggota.

Pasal 18
1. Organisasi Oi memiliki Badan terdiri dari
a. Ditingkat Nasional adalah Majelis Pertimbangan Oi

b. Ditingkat Wilayah Badan Pembina Wilayah Oi

c. Ditingkat Kota Badan Pembina Kota Oi

d. Ditingkat kelompok Badan Pembina kelompok Oi

2. Majelis Pertimbangan berfungsi melakukan pengawasan dan pembinaan baik secara moril dan materiil terhadap BPP Oi.

3. Badan Pembina wilayah & Badan Pembina kota & Badan Pembina kelompok berfungsi memberikan pembinaan baik secara moril & materiil.

BAB X
HUBUNGAN DENGAN ORGANISASI LAIN

Pasal 19

Oi Dapat menjalin hubungan kerjasama dengan organisasi pemerintah maupun
organisasi dan lembaga swasta lainnya yang tidak bertentangan dengan AD/ART.

BAB XI
MUSYAWARAH & RAPAT-RAPAT

Pasal 20

1. Musyawarah & Rapat Oi terdiri dari :

a. Musyawarah Nasional Oi

b. Musyawarah Nasional Luar Biasa Oi

c. Rapat Kerja Nasional Oi

d. Musyawarah Wilayah Oi

e. Musyawarah wilayah Luar Biasa Oi

f. Rapat Kerja Wilayah Oi

g. Musyawarah Kota Oi

h. Musyawarah Kota Luar Biasa Oi

i. Rapat Kerja Kota Oi

j. Musyawarah kelompok Oi

k. Musyawarah Kelompok Luar Biasa Oi

l. Rapat Kerja kelompok Oi

2. Musyawarah Nasional Oi adalah pemegang kekuasan tertinggi organisasi pelaksanaannya sekali dalam satu periode.

3. Munaslub Oi mempunyai wewenang atau kekuasaan yang sama dengan Munas.

4. Rakernas Oi diadakan Oleh BPP Oi .

5. Muswil diadakan oleh BPW Oi pelaksanaannya sekali dalam satu periode.

6. Rakerwil Oi diadakan Badan Pengurus Wilayah Oi setingkat propinsi.

7. Musyawarah kota Oi pelaksanaannya sekali dalam satu periode.

8. Rakerkot Oi diadakan oleh BPK Oi

9. Muskel Oi diadakan Oi kelompok pelaksanaannya sekali dalam satu periode

10.Rakerkel Oi diadakan oleh Badan Pengurus Oi Kelompok

BAB XII
KUORUM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 21
1. Musyawarah sebagaimana dimaksud dalam pasal 20 dinyatakan Kuorum apabaila dihadiri oleh sekurang-kurangnnya setengah ditambah satu dari jumlah peserta.

2. Pengambilan keputusan pada dasarnya dilakukan secara musyawarah untuk mufakat dan apabila hal ini tidak mungkin, maka keputusan diambil berdasar- kan suara terbanyak.

BAB XIII
KEUANGAN DAN KEKAYAAN

Pasal 22
Keuangan dan kekayaan di peroleh dari :
1. Iuran anggota Oi.
2. Sumbangan dari perorangan maupun kelompok.
3. Bantuan pemerintah yang sifatnya tidak mengikat
4. Pendapatan-pendapatan lain yang sah dan halal yang diperoleh dari usaha– us
BAB XIV
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

Pasal 23
1. perubahan Anggaran Dasar ini hanya dapat dilakukan oleh musyawarah nasional yang diselenggarakan khusus untuk itu.
2. Musyawarah nasional sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini harus dihadiri sekurang-kurangnya setengah ditambah satu dari jumlah peserta musyawarah nasi onal.
3. Keputusan tentang perubahan Anggaran Dasar adalah sah apabila, diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnnya dua pertiga dari jumlah peserta musyawarah nasional yang hadir.

BAB XV
PEMBUBARAN ORGANISASI Oi
Pasal 24
Pembubaran Oi hanya dapat dilakukan oleh suatu Musyawarah Nasional yang diselenggarakan khusus untuk itu.

Musyawarah Nasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini harus dihadiri sekurang-kurangnya setengah ditambah satu jumlah peserta Musyawarah Nasional.

Keputusan tentang pembubaran Oi adalah sah apabila diambil dengan persetujuanan sekurang-kurangnya dua pertiga (2/3) dari jumlah peserta Musyawarah nasional yang hadir.

Apabila Oi dibubarkan setelah utang piutang diselesaikan maka musyawarah nasional yang memutuskan pembubaran untuk selanjutnya dapat menyerahkan kekaya an Oi kepada Badan-badan lembaga–lembaga sosial di Indonesia.

BAB XVI
ANGGARAN RUMAH TANGGA
Pasal 25
Anggaran Dasar ini dijabarkan lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.
Anggaran Rumah Tangga ditetapkan oleh Musyawarah Nasional dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar.

BAB XVII
ATURAN PERALIHAN

Pasal 26
Dengan ditetapkannya dan disahkannya Anggaran Dasar Oi ini maka Anggaran Dasar Oi yang lama sebagaimana tersebut dalam surat keputusan Musyawarah Nasional Luar Biasa tanggal 26 Maret 2001 dinyatakan tidak berlaku lagi.
Peraturan-peraturan yang ada sebelum ditetapkan dan disahkan Anggaran Dasar ini dapat tetap berlaku selama belum ada perubahan dan sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar ini.

BAB VXIII
PENUTUP
Pasal 25

Anggaran Dasar ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Taman Budaya Dago Bandung Jawa Barat
Pada Tanggal : 26 November 2006.
Berdasarkan:
KETETAPAN MUSYAWARAH NASIONAL KE III Oi
Nomor : 02/TAP/MNS-III/Oi/NOV/2006
Tentang :
ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Oi


Read More ..